BAB 1V
PENGETAHUAN ILMU HAJI DAN UMRAH
A.Syarat-sysrat Wajib Haji
1. Beragama Islam
2. Baligh Syarat Taklik (Dibebani Hukun)
3. Berakal
4. Merdeka
5. Berkesanggupan
Sebagaimana Hadist Nabi Muhammad yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Hakim yang artinya : “ Dibebaskan tanggung jawab dari tiga golongan. Dari orang yang tidur sehingga ia bangun, dari anak-anak sehingga ia baligh, dan orang yang pingsan sehingga ia sadarkan diri(berakal)”.
B.Rukun
Ialah ketentuan-ketentuan atau tahapan-tahapan pelaksanaan ibadah haji yang apabila salah satu dari padanya ditinggalkan (tidak dikerjakan) maka ibadahnya tidak syah dan tidak bisa diganti (ditebus)dengan yang lainnya.
C.Wajib
Ialah ketentuan-ketentuan atau ketetapan-ketetapan ibadah, yang apabila ada salah satu dari padanya tertinggal (tidak dikerjakan) dengan alasan karena sesuatu udzur, maka ibadahnya masih dapat dilanjutkan dan syah asal diganti atau ditebus dengan dam. Dan artinya darah, menyembelih ternak gibas, kambing, unta dan lain-lain sebagai kifarat.
D.Sunnat
Ialah semua adab atau tatakrama ibadah yang dicontohkan Rosululloh SAW, yang tidak termasuk (tergolong) rukun dan wajib.
E.Macam-macam Haji
Ditinjau dari cara peaksanaanya, ibadah haji dibedakan dalam tiga jenis berdasarkan tata cara atau urutan pelaksanaannya, yaitu: Haji Ifrad, Haji Qiran, dan Haji Tamattu. Agar lebih jelasnya perhatikan berikut:
Jenis Haji
Rincian Pelaksanaan
Haji Ifrad
Yakni mengerjakan ibadah haji terlebih dahulu, baru kemudian umrah
a.Ihram dari Miqat untuk haji
b,Ihram lagi dari Miqat untuk umrah
c,Tidak membayar dam
d,Disunatkan tawaf qudum
Haji Qiran
Yakni haji dan umrah dilakukan sekaligus
a,Ihram dari miqat untuk haji dan umrah
b,melakukan semua pekerjaan haji
c,membayar dam.
Haji Tamattu.
Yakni mengerjakan umrah terlebih dahulu, baru kemudian mengerjakan haji
a.Ihram dari miqat untuk umrah.
b,Ihram lagi dari miqat untuk haji.
c.Membayar dam.
F.Ringkasan Manasik Haji
8 Dzulhijah
9 dzulhijah
10 Dzulhijah
11,12,13 Dzulhijah
Ringkasan Manasik Haji
Keterangan
(R) = rukun, (W) = Wajib, (S) = Sunnat, (SM) = Sunnat Muakad
G.Pokok-Pokok Amalan Haji dan Umrah
1. Haji, pokok amalannya ialah:
a. Ihram
b. Thawaf
c. Sa’i
d. Wuquf di Arafah
e. Mabit di mudzalifah
f. Melontar jumrah aqobah di mina
g. Motong hadyu di mina
h. Tahalul awal (thawaf ashghar)
i. Thawaf ifadlah (thawaf ziarah)
j. Bermalam dimina
k. Melontar 3 jumrah di mina, yakni:
• Jumrah aqobah
• Jumroh wustho
• Jumroh ula
l.Thawaf wada (thawaf perpisahan)
2. Umrah
Umrah menururt bahasa adalah berziarah atau berkunjung. Sedangkan umrah menurut syara’ yaitu menziarahi ka’bah dengan berthawaf disekelilingnya, sa’I (bersa’yu) antara Shafa dan Marwah, dan bercukur atau bergunting rambut. Pokok amalan umrah ialah:
a. Ihram
b. Thawaf
c. Sa’i
d. Hadyu
e. Tahalul
H.Ihram Haji. Shalat, Zakat dan Puasa
Ihram ialah memasuki suatu acara ibadah formal, dimana padanya terdapat beberapa ketetapan yang apabila dilanggar berakibat batal ihramnnya dan ibadahnya menjadi tidak syah.
Ibadah
formal Ketetapan waktu Ketetapan larangan Ketetapan tempat/sasaran
Sholat Takbirotul ihrom sampai salam 1.dilarang bicara
2.dilarang bergerak Tempat suci
Puasa Shubuh/terbit fajar sampai magrib 1.makan,minum,
2.lampiaskan libido
3,sexsualitas 1.tidak sakit
2.tidak safar
zakat Mampu 1.riya
2.takabur Mustahik
haji Miqot zamani = masa haji 1 syawal s/d 9 malam/10 fajar dzulhijjah
a,,Datang /telah ada di Mekkah/area miqot Makani sebelum 1 syawal
b,dalam masa-masa
1.Haji Qiran
2.Haji Tamattu Dasar:
Al-Qur’an:II,197
1.tak boleh rafats
2.tak boleh fusuk
3 tak boleh bertengkar
Psikology:
1.marah,benci, iri
2.gembira riya
3.sex
Tidak boleh lampiaskan perasaan yang rendah Miqat Makani, bila datang dari:
1. utara Zulhulaifah Bir ali
2. Selatan Julamlam
3. Timur Qornul Manazil
4. Barat Zuhfah
Tata cara pelaksanaan ihram:
1. Mandi
2. Memakai wangi-wangian
3. Memakai pakaian ihram
a. Bagi wanita, memakai pakaian yang menutupi seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan.
b. Bagi pria, memakai pakaian yang tidak berjahit 2 helai
4.Melakukan sholat fardhu (sholat safar)
5.berniat dengan talbiyyah:
a. Niat umrah:
____________________________________________________
b. Niat haji:
____________________________________________________
I.Larangan-Larangan Selama berihram
1.Lrangan –Lrangan bagi pria dan wanita, yaitu:
a. Tidak boleh mencukur atau mencabut semua jenis rambut
b. Tidak boleh memotong kuku
c. Tidak boleh memakai harum-haruman
d. Tidak boleh jima, bersetubuh, bemesraan dan sebagainya
e. Tidak boleh meminang atau melakukan akad nikah
f. Tidak boleh berburu
2.Larangan khusus bagi laki-laki
a. Tidak boleh menutup kepala
b. Tidak boleh memakai pakaian berjahit
c. Tidak boleh memakai sepatu yang menutupi semua mata kaki atau jari kaki.
3.Larangan khusus bagi wanita
a. Larangan yang khusu atas wanita adalah menutup muka dengan penutup yang langsung melekat pada kulit muka dan memakai sarung tangan
b. Tidak boleh mengucapkan talbiyyah dengan suara keras
c. Ketika sedang haidh atau nifas tidak boleh melakukan thawaf
J.Kewajiban Membayar Dam/fidyah
1. Orang yang melanggar larangan bercukur, memotong kuku , memakai harum-haruman, meutup kepala, menutup muka, diharuskan membayar dam berupa seekor kambing atau memeberi makan 6 orang miskin atau berpuasa 3 hari di mekkah dan 7 hari ditanah air.
2. Orang yang melanggar larangan berjima (bersetubuh(ketika sedang berihram haji, maka harus menyembelih kambing menurt Hanafi. Sedangkan menurut yiga mazhab lainnya harus menyembelih unta.
3. Denda atau dam atas orang yang berburu (membunuh binatang), maka damnya mengganti dengan binatang ternak yang seimbang atau membayar kifarat kepada orang miskin.
4. Dam bagi orang yang meninggalkan wajib haji, damnya yaitu menyembelih seekor kambing atau berpuasa 10 hari, 3 hari di tanah suci dan 7 hari ditanah air.
K. Miqat
Miqat menurut bahasa adalah memotong, menyeberang daerah sedangkan miwqat menurut syara’ adalah ketetapan-ktetapan waktu dan tempat untuk memulai (memotong/menyeberang, memasuki ihram haji).
Miqat terbagi, yaitu:
• Miqat Zamani
Dasar miqat zamani yaitu Surat Al-Baqoroh ayat 197:
………………………………………………………………….
Artinya:
“Waktu haji itu adalah pada bulan-bulan yang telah ditentukan”
Miqat zamani ialah masa/waktu dimana telah dibolehkan berniat ihram untuk haji. Niat haji hanya syah dilaukan dalam batas masa yang telah ditentukan yaitu mulai 1 syawal sampai dengan 9 malam Dzulhijah
• Miqat Makani
Miqat makani ialah tempat dimana harus dimulainya ihram bagi orang yang ingin melakukan ibadah haji atau umrah.
Dasar miqat makani yaitu Hadist Rasulalloh SAW, yang diriwayatkan oleh Bukhori Muslim yang artinya: “penduduk madinah mulai ihram dari Dzul Hulaifah (bir ali), penduduk negeri syam dari juhfah dan penduduk Najed dari Qamul Manajil”.
L.Mabit di Perluasan Mina (dalam kajian Fiqih Islam)
• Mabit adalah bermalam beberapa hari dalam mempersiapkan sesuatu untuk melakukan jumrah
• Hukum mabit di mina menurut Imam Madzhahib ada 2 (dua) pendapat, yaitu yang mewajibkan seperti: Imam Maliki, Imam Syafi’i. dan Imam Ahmad bin Hambal. Sedangkan yang mensunahkan seperti Imam Abu Hanafi, Daud Al-Dzahiri, sebagai ulama Syafiiyah dan sebagai ulama Hanabilah
• Mabit diperluasan kawasan mina (Haratul Lisan dan Muzdalifah)itu merupakan kebijakan pemerintah Arab Saudi yang dicanangkan dengan nama masru’ tawsi’ah al-haramain wa al-masya’ir muqaddasah dan hukumnnya boleh syah dengan tujuan untuk kemaslahatan dan kebaikan jemaah haji.
M. Thawaf
1. Pengertian dan hukum Thawaf
Thawaf adalah mengelilingi Baitullah (ka’bah) dengan arah berlawanan dengan jarum jam (ke kiri) dimulai dari sudut Hajar Aswad dengan cara-cara yang ditentukan oleh syara. Hukum thawaf termasuk rukun umrah dan haji.
2. Keutamaan thawaf
Keutamaan thawaf bernilai dengan 60 rahmat Alloh, sebagaimana Hadist Rasulalloh Saw yang diriwayatkan. Oleh Baihaqi yang artinya: “Alloh Swt menururnkan setiap hari untuk orang-orang yang berhaji kerumah suci seratus dua puluh rahmat;enam puluh untuk orang yang thawaf, empat puluh untuk orang yang shalat dan dua puluh untuk orang-orang yang menyaksikannya”.
3. Macam-macam Thawaf
1.Thawaf Umrah pada ibadah Umrah
2.Thawaf Ifadah pada ibadah Haji
1.masuk tanah suci mekkah:
a,thawaf umrah pada ibadah umrah:
1.haji Qiran
2.Haji Tamattu
b.Thawaf Qudum pada Haji Ifrad
2.masuk Masjidil Haram:
a,Thawaf Tathawwu
b,Thawaf Tahiyyah
1.Thawaf Wada (pamitan)
2.Thawaf Shodri (selamat tinggal)
a) thawaf Qudum
Thawaf Qudum merupakan Sunnah Nabi SAW.apabila masuk Masjidil Haram, be;liau lebih dahulu thawaf mengelilingi Ka’bah. Thawaf ini merupakan pengganti shalat tahiyyatul masjid. Thawaf ini disebut Thawaf Masjidil Haram (thawaf dukhu!).Jika yang berthawaf tersebut orang yang berhaji ifrad, maka dinamakan:
Thawaf Qudum
Thawaf Tahiyyat Tanpa Sa’i
Thawaf Dukhul
Jika orang yang berhaji Qiran atau haji Tamattu maka dinamakan thawaf umrah, yang dilanjutkan dengan sa’I antara Shafa dan Marwah.
b) Thawaf Ifadlah
Thawaf Ifadlah ialah rukun thawaf, karena merupakan salah satu rukun haji. Dilakukan sebaiknya sesudah melontar jumrah Aqobah pada hari Nahar. Boleh dita’khirkan sesudah pelontaran tiga jumrah pada hari tasyrik.
c) Thawaf Wada’
Thawaf wada ialah thawaf yang dikerjakan oleh jemaah haji sebelum meninggalkan Bitul Haram untuk pulang ke Tnah Airnya, sebagai thawaf perpisahan.
Hukumnya wajib menurut madzhab Maliki, Daud dan Ibnu Munzir hukumnya sunnat.
d) Thawaf Tathawwu
thawaf tathawwu ialah thawaf yang dikerjakan setiap kali masuk ke Masjidil haram, sebagai pengganti shalat tahiyyatul masjid.
Keutamaan thawaf tathawwu, sebagaimana sabda Rasul SAW yang dirieayatkan oleh Hakim yang artinya: “Siapa yang thawaf di Baitullah, tidaklah ia mengangkat tapak kakinya dan menurunkannya melainkan telah dituliskan oleh Alloh satu kebajikan dan dihapuskan-nya satu kesalahan serta ditinggikan satu derajat”.
4.syarat suci waktu thawaf
Melakukan Thawaf sama halnya dengan melakukan shalat, harus suci (bersih) baik dari hadast kecil maupun dari hadast besar. Sesuai dengan sabda Rasullalloh Saw. Yang diriwayatkan oleh Turmudzi dan Daruqutni yang artinya: ” Thawaf itu adalah shalat. Hanya bagi Alloh menghalalkan dalam thawaf itu berbicara, sebab itu janganlah dibicaraksan kecuali yang baik”.
Dan juga hadist yang diriwayatkan oleh Muslim dari Aisyah yang artinya ”Rasulalloh masuk ketempat Aisyah, sedang ia sedang menangis. Maka Rasulalloh bertanya : ‘apakah engkau sedang nifas?Maksunya sedang haid’.’benar’ jawab Aisayah. Rasul lalu bersabda: itu merupakan suatu hal yang telah ditetapkan oleh Alloh terhadap golongan wanita dari turunan Adam, maka tunaikanlah apa yang dikerjakan oleh orang yang haji, tetapi engkau tidak boleh thawaf di sekeliling Baitullah, sebelum engkau mandi (bersuci dari haid)”.
N. Do’a-do’a ditempat Mustajab
1.Di Raudlah (antara Maqam Nabi Muhammad dengan Mihrabnya):
a. Mamacu do’a sebagaimana yang ada dalam buku pegangan para jemaah haji
b. Ditambah dengan memperbanyak shalawat kepada Nabi saw
c. Do’a khusus, hendaklah mendoakan kedua orang tua kita baik yang masih ada maupun yang telah tiada; isinya agar keduanya diampuni segala dosa dan kesalahannya, diterima iman dan islamnya, serta ada dalam magfirah dan rahmatnya.
d. Berdo’a untuk kita, agar kita menjadi anak/orang yang shaleh, dikuatkan iman dan islam, diberi rizki yang banyak dan halal serta berikan, digampangkan dalam usaha, agar menjadi orang yang bermamfaat untuk orang banyak.
e. Berdo’a untuk anak-anak, cucu dan keturunan kita; semoga anak dan keturunan kita menjadi anak yang shaleh/shalehah, cerdas otaknya dan indah akhlaknya, menjadi anak yang berbakti kepada orangtuanya, menjadi orang yang bermamfaat untuk diri, keluarga, masyarakat dan agamanya, serta di beri rizqi yang banyak dan halal, sehat jasmani dan rohaninya, banyak ilmu dan pengalamannya. Jangan lupa doa’kan agar mereka pun bisa berziarah kepada Nabi Muhammmad saw. Dan para sahabatnya.
2.Di multazam (Antara Hajar Aswad dan pintu ka’bah)
a. Berdo’a sesuai dengan yang ada dalam buku tuntunan
b. Ditambah dengan memeperbanyak istigfar, takbir, tahmid, tasbih, dan tahlil
c. Berdo’a sebagaimana diatas; untuk orang tua kita, diri kita, dan anak cucu kita .
3.Di padang arafah (terutama ketika wukuf)
a. Berdo’a sebagaimana dalam buku tuntunan
b. Dalam waktu luang perbanyak istigfar
c. Baca bismillah 1000x
d. Jangan lupa berdoa untuk kita, orang tua kita dan anak-anak serta keturunan kita.
e. Lebih ditegaskan lagi agar anak cucu keturunan kita bisa beribadah haji
4. Tempat-tempat lain masih banyak, antara lain di hijir ismail, di makam Ibrahim, ditangga mau masuk ke tempat Zam-zam, di Mudzalifah, di Mina, di mesjid-mesjid ditanah haram, baik di mekkah maupun di madinah, dll. Dimanapun jangan lupa membaca Al-Qur’an.
0 Comments:







Jakarta Time
Posting Komentar